Simpang Siur Kematian Afif Maulana, Keluarga Minta Ekshumasi

HomeTrending

Simpang Siur Kematian Afif Maulana, Keluarga Minta Ekshumasi

Penyebab kematian Afif Maulana atau AM di bawah jembatan Kuranji, Padang 9 Juni 2024 masih menjadi polemik sampai sekarang. Keadaan saat ditemukannya

Berita Hwarang ke Klub Tersebar, Agensi TEMPEST Klarifikasi

Penyebab kematian Afif Maulana atau AM di bawah jembatan Kuranji, Padang 9 Juni 2024 masih menjadi polemik sampai sekarang. Keadaan saat ditemukannya bocah berusia 13 tahun itu sangat tidak wajar.

Bagaimana tidak karena dirinya ditemukan dalam kondisi penuh luka dan babak belur. Luka lebam pada sekujur tubuh bahkan dari pinggang, punggung, pergelangan tangan, dan siku, begitu juga dengan kepala.

Kematian Afif Maulana antara Keluarga dan Polisi Beda

Kematian Afif Maulana menurut keluarga dan polisi berbeda, atas dasar itu keluarga minta adanya ekshumasi

Terjadi beda pendapat dari kepolisian dan keluarga, di mana kepolisian menyatakan bahwa ini murni kecelakaan karena terjatuh ke sungai. Sedangkan pihak korban menegaskan bahwa ada penganiayaan dari polisi.

Dua hal yang saling bertolak belakang dan menandakan tidak ada komunikasi lebih lanjut antara keduanya. Pihak polisi yang melakukan investigasi kematian Afif Maulana juga tidak menyerahkan hasil pemeriksaan.

Itu membuat kecurigaan dari pada keluarga korban terkait bagaimana anaknya bisa meninggal. Berbicara mengenai Afif sendiri, ia adalah warga Lubuk Kilangan, dan ditemukan oleh pegawai cafe 29 Juni silam.

Sesuai hasil penyelidikan, bahwa Afif ikut rombongan konvoi pada dini hari. Rombongan konvoi tersebut membawa banyak senjata tajam serta sajam. Tim Sabhara yang bertugas mengamankan ketertiban bertemu dengan rombongan.

Tim tersebut lantas mengamankan beberapa orang yang ikut rombongan, namun semuanya dipulangkan kecuali ketuanya. Ketua yang ditahan adalah dalang di antara rombongan konvoi tersebut.

Namun, menurut Wakil Kepala Polres Kota Padang, Rully Indra Wijayanto mengatakan bahwa tidak ada Afif yang diamankan. Nama tersebut baru saja diketahui ketika ada laporan penemuan mayat oleh pegawai cafe.

Kebenaran Terkait Kematian Afif Maulana Menurut Temannya

Kunci sebenarnya berada pada kesaksian dari pada pihak rombongan yang notabene merupakan teman dari Afif. Hal ini dikatakan oleh Suharyono berdasarkan kesaksian dari pada teman Afif.

Menurut A, bahwa ada ajakan dari korban untuk mengajak saksi melompat ke sungai Kuranji agar lolos dari pada penangkapan. Hanya saja korban memilih untuk menolak ajakan dan menyerahkan diri kepada polisi.

Suharyono berani mengatakan demikian karena ada saksi kunci yang ikut dalam tawuran, dan dirinya tidak di bawa ke kantor polisi Padang untuk dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Jika menurut pihak polisi semua kematian Afif Maulana karena dirinya loncat ke sungai. Beda cerita lagi menurut LBH Padang Indira Suryani. Di mana dirinya menduga bahwa ada faktor penyebab lainnya.

Ia menegaskan secara tegas bahwa ada kemungkinan Afif tewas karena disiksa oleh polisi. Indira berasumsi hal tersebut dapat terjadi karena adanya investigasi yang dilakukan kepada saksi kunci.

Lebih lanjut, teman korban berinisial A menceritakan kejadian saat berboncengan dengannya di jembatan Aliran Batang Kuranji, tepat pada malam hari sebelum Afif ditemukan pada bawah jembatan Kuranji.

Kemudian korban dan saksi dihampiri oleh polisi, tiba-tiba korban ditentang oleh polisi dan korban terlempar ke pinggir jalan. Untuk kurang lebih jarak saksi dengan korban hanya sekitar 2 meter saja.

Saksi melihat bahwa ada banyak polisi, lalu korban kematian Afif Maulana sempat mencoba untuk berdiri sebelum kemudian dilakukan penganiayaan. Polisi banyak yang memegang rotan sebagai senjata untuk menganiaya.

Kemudian keesokan harinya ditemukan korban dengan sejumlah luka pada sekujur tubuh. Bukan hanya pada bagian luar tapi juga luka pada bagian dalam organ tubuh. Seperti ada penganiayaan oleh banyak orang.

Keluarga Minta untuk Dilakukan Ekshumasi

Bedanya pendapat di antara pihak kepolisian dengan keluarga Afif, membuat keluarga meminta untuk dilakukan ekshumasi pada mayat dari pada Afif Maulana. Itu semua dilakukan demi keadilan atas kematian Afif Maulana ungkap keluarga.

Sebab sesuai dengan hasil investigasi yang dilakukan oleh keluarga dengan bantuan dari LBH, mengindikasikan bahwa memang ada penganiayaan dengan keganjilan serta saksi-saksi kunci lainnya.

Ujar Indira “Pihak keluarga walaupun akan terasa sangat menyakitkan, tapi demi keadilan bagi mendiang serta keluarga, keluarga siap melakukan ekhumasi untuk mendapatkan titik terang dari kejadian”

Tidak mungkin jika Afif seorang anak kecil mau melompat ke sungai yang ketinggiannya belasan meter. Keluarga dan LBH lebih meyakini bahwa korban berada di sungai karena dibuang oleh polisi.

Dokter forensik juga menambahkan bahwa tidak menemukan sedikit pun luka akibat jatuh dari ketinggian, semua murni karena bentuk penganiayaan oleh banyak orang dengan senjata tumpul.

Meskipun begitu menurut Indira, bahwa dokter forensik menjelaskan ada kemungkinan Afif terpeleset. Namun sang dokter tidak mau menjelaskan dugaan kemungkinan itu ke pada pihak keluarga untuk menjaga perasaan.

Hal ganjil yang paling membuat keluarga dan LBH ingin melakukan ekshumasi bahwa tidak ada hasil salinan otopsi terhadap jenazah. Malahan kepolisian mengatakan bahwa biarkan itu menjadi hak polisi untuk menjawab saksi yang ada.

Masih simpang siur sampai sekarang tentang kebenaran dari pada kejadian viral kali ini Kita tunggu saja jawaban dari kematian Afif Maulana apakah karena murni kecelakaan atau karena ulah pihak lainnya.