Ini 5 Tips Mencari Baju Thrift Agar Tidak Zonk

HomeLifestyle

Ini 5 Tips Mencari Baju Thrift Agar Tidak Zonk

Tips mencari baju thrift banyak dibutuhkan oleh anak muda zaman sekarang yang sedang berburu pakaian bekas. Istilah thrift selalu dikaitkan dengan ‘be

9 Tips untuk Menjaga Hubungan Beda Agama Tetap Harmonis
Belajar Bahasa Asing di Usia Dewasa dengan Tips Efektif
Profil Daud Kim, YouTuber Korea yang Viral Karena Penipuan

Tips mencari baju thrift banyak dibutuhkan oleh anak muda zaman sekarang yang sedang berburu pakaian bekas. Istilah thrift selalu dikaitkan dengan ‘berburu’ karena saling berebut dan memilah pakaian sesama pejuang thrifting. Saat ini banyak thrift shop yang khusus menjual baju, celana, dress, atau jenis pakaian lainnya yang sudah jadi barang bekas.

Namun bukan berarti barang yang mereka jual tidak layak pakai dan sudah jelek tampilannya. Jangan salah, justru pakaian thrift berasal dari barang impor dan kondisinya masih sama seperti baru meskipun tidak 100% mulus. Munculnya toko-toko thrift untuk menyediakan pakaian bekas yang jumlahnya terbatas.

Mengenal Thrifting yang Jadi Kegemaran Anak Muda

Sebelum membahas tips mencari baju thrift, perlu mengenal istilah thrift dahulu. Thrift artinya barang second atau bekas yang kondisinya masih layak pakai, baik itu pakaian, sepatu, elektronik, kamera, dan sebagainya. Untuk harganya bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan ribu tergantung merk dan kualitas.

Tetapi kalau berburu thrift yang sangat langka dan sudah tidak produksi lagi harus menyiapkan budget lebih. Thrifting atau kegiatan berburu baju bekas banyak dilakukan oleh anak muda zaman sekarang. Tidak heran jika bisnis thrift mulai menjamur bahkan merambah ke online shop atau e-commerce. Munculnya tren thrifting membuat konotasi pakaian maupun barang-barang bekas minim konotasi jelek.

Bukan hanya sekadar kebudayaan baru, namun sudah menjadi gaya hidup untuk ‘menghemat’ pengeluaran agar tidak selalu baju baru. Thrifting bisa jadi opsi alternatif kalau Anda ingin tampil modis tapi perlu menekan biaya serendah mungkin. Oleh karena itu harus memahami betul tips mencari baju thrift agar tidak tertipu barang palsu. Di Indonesia sendiri, kegiatan thrifting mulai muncul sejak tahun 1980an.

Batam, Sumatera, Kalimantan, sampai Sulawesi yang berbatasan dengan negara tetangga menjadi tempat awal dan utama perkembangan impor pakaian bekas. Seiring berjalannya waktu, bisnis thrift ini akhirnya menjalar ke daerah Jawa. Bahkan istilah yang digunakan juga diperhalus menjadi ‘barang impor’ karena gengsi yang besar akan istilah ‘barang bekas.’

Tips Mencari Baju Thrift Biar Nggak Zonk

Thrift adalah solusi mendapatkan pakaian unik serta jarang di pasaran dengan harga miring. Namun kenyataannya tidak semua toko thrift jujur, jadi lakukan tips mencari baju thrift berikut biar hasilnya nggak zonk.

  1. Buat Daftar Barang yang Ingin Dibeli

    Langkah pertama sebelum berburu thrift adalah menyusun daftar apa saja yang perlu Anda beli, misalnya hem, jeans, kaos, atau lainnya. Buat catatan juga model yang diinginkan apakah vintage, moden, klasik,

    Hal ini perlu dilakukan karena toko thrift menyediakan banyak produk impor dalam satu tempat. Jadi wajib menyusun keperluanmu agar saat berburu tidak kalap karena diskon dan sudah tau harus memilih apa.

  2. Siapkan Budget

    Meski produk-produk thrift menawarkan harga miring, Anda tetap perlu membatasi anggaran. Pakaian second juga tidak serta merta dijual dalam harga murah meriah karena masih ada nilai jualnya. Dengan mengelola budget, Anda bisa memperkirakan apakah pakaian tersebut layak dengan range harga sekian.

    Anggaran ini juga membantumu agar tidak kebablasan saat membeli pakaian. Perkirakan juga biaya transportasi jika tidak menggunakan kendaraan pribadi. Biasanya setelah melakukan thrifting, jumlah barang bawaan jadi banyak. Jika berlebihan juga akan menyulitkanmu selama perjalanan pulang.

  3. Mulai Riset Pasar

    Tips mencari baju thrift berikutnya yaitu mulai meriset pasar dengan mengunjungi toko thrift satu ke toko lainnya. Anda dapat membandingkan harga, kualitas, model, atau faktor-faktor penting lainnya dalam membeli baju bekas. Usahakan menggunakan pakaian sederhana ketika thrifting.

    Jika Anda terlihat mengenakan pakaian yang terlalu fashionable dan mencolok, penjual akan menaikkan harganya. Tidak ada salahnya mengenakan pakaian fashionable saat berburu thrift. Namun dengan berpakaian sederhana juga meminimalisir pencopetan, apalagi toko thrift umumnya berada di tengah keramaian dan banyak pengunjung lainnya.

  4. Periksa Kondisi Barang

    Tips mencari baju thrift adalah jangan terburu-buru memilih karena penjual thrift kebanyakan tidak menyediakan fitting room. Anda dapat membawa meteran baju untuk berjaga-jaga jika ingin memastikan ukuran pakaian.

    Cek juga warnanya, sudah luntur atau ada noda. Sebab noda pada baju thrift biasanya susah hilang. Perhatikan keaslian label merk, apakah harganya masih seperti aslinya dan pastikan agar produknya bukan tiruan.

  5. Pahami Tawar Menawar

    Meskipun sudah menjadi barang second, Anda boleh mencoba menawar harga lagi. Tetapi jika penjual sudah benar-benar tidak ingin menurunkan harga, cukup bayar sesuai permintaan atau coba mencari di tempat lain.

    Berburu baju thrift ternyata dapat mengurangi limbah, emisi karbon, dan menghemat uang. Namun thrifting juga merupakan bentuk tidak mendukung ekonomi lokal karena memilih produk-produk impor.

Kebijaksanaan pembeli sangat diperlukan agar tidak berlebihan melakukan thrifting. Kualitas yang kurang juga memperpendek masa pakai barang tersebut. Coba lakukan tips mencari baju thrift dari kami agar hasilnya tidak mengecewakan.